Pentateuch

Roh Jahat Tidak Berkuasa (Jelajah PL 564)

Bilangan 23:15-30 Di puncak gunung Pisga ini juga tidak sesuai dengan keinginan Balak. Bahkan lebih buruk bagi Balak, daripada yang sebelumnya. Bahkan Tuhan sengaja berbicara kepada Balak melalui Bileam: “Bangunlah, hai Balak, dan dengarlah; pasanglah telingamu mendengarkan aku, ya anak Zipor.” Tuhan dengan perantaraan Bileam, menegur Balak. Tuhan menegaskan bahwa Dia bukan manusia yang menginginkan […]

Roh Jahat Tidak Berkuasa (Jelajah PL 564) Read More »

Antara Iman dan Sihir (Jelajah PL 563)

Bilangan 23:11-14 Ketika mendengar semua perkataan Bileam, Balak menjadi marah. Balak sudah menghabiskan banyak uang untuk mendatangkan Bileam. Balak juga telah menghabiskan banyak uang untuk mempersiapkan semua ritual yang diminta oleh Bileam. Tujuh mezbah, tujuh lembu jantan dan tujuh domba jantan, bukan pengeluaran sedkit. Balak sangat terkejut ketika Bileam tidak mengutuk bangsa Israel, tetapi justru

Antara Iman dan Sihir (Jelajah PL 563) Read More »

Demi Nama Tuhan (Jelajah PL 562)

Bilangan 23:4-10 Bileam mempersembahkan korban di atas tujuh mezbah. Di atas setiap mezbah ada satu ekor lembu jantan dan satu ekor domba jantan. Angka tujuh merupakan simbol sempurna atau penggenapan, karena Tuhan sudah menggenapi semua pekerjaan-Nya di hari ketujuh. Sepertinya Bileam mengerti makna dari bilangan tujuh ini. Bileam ini menjadi tokoh yang misterius. Dia kenal

Demi Nama Tuhan (Jelajah PL 562) Read More »

Bileam Bertemu Balak (Jelajah PL 561)

Bilangan 22:36-23:3 Bileam sampai di Moab dan bertemu dengan Balak. Bahkan Balak menyongsong dia sampai ke kota Moab di perbatasan sungai Arnon, pada ujung perbatasan itu. Balak melakukan semua ini dengan tujuan memberi hormat kepada Bileam. Jika seseorang yang tidak penting, tentu seorang raja tidak akan menjemputnya. Balak yang menyongsong Bileam. Balak tahu bahwa keberadaan

Bileam Bertemu Balak (Jelajah PL 561) Read More »

Keledai Bileam Berbicara (Jelajah PL 560)

Bilangan 22:23-41 Selanjutnya, dikisahkan tentang peristiwa yang luar biasa. Ternyata keledai lebih peka daripada Bileam. Keledai Bileam itu bisa melihat Malaikat Tuhan yang sedang berdiri di jalan sambil membawa pedang terhunus di tangan-Nya. Ketika kita terobsesi sesuatu di luar kehendak Tuhan, menyebabkan hati kita tidak bisa peka lagi terhadap Tuhan. Orang-orang yang sengaja melanggar firman

Keledai Bileam Berbicara (Jelajah PL 560) Read More »

Scroll to Top