Pentateuch

Hari Raya Pendamaian (Jelajah PL 579)

Bilangan 28:26-29:11 Hari raya setelah Paskah dan Roti Tidak Beragi, orang Yahudi menantikan hari hulu hasil. Hari ini dirayakan setelah selesai tujuh minggu atau empat puluh sembilan hari. Hari hulu hasil itu masuk di hari ke lima puluh dan disebut dengan hari raya Pentakosta. Hari raya Pentakosta ini adalah hari raya pengumpulan hasil pertama. Hal […]

Hari Raya Pendamaian (Jelajah PL 579) Read More »

Perayaan Bulan Baru (Jelajah PL 578)

Bilangan 28:9-25 Aturan kurban api-apian ini berbeda untuk di hari Sabat. Pada hari Sabat, ada tambahan seekor domba untuk pagi dan seekor lagi untuk malam. Jadi, saat hari Sabat, dua domba kurban di pagi dan dua domba kurban pada waktu malam. Hari Sabat memang dikhususkan bagi Tuhan, di Perjanjian Lama. Di hari Sabat itu, orang

Perayaan Bulan Baru (Jelajah PL 578) Read More »

Mengingat Tuhan (Jelajah PL 577)

Bilangan 28:1-8 Kondisinya masih sama, bangsa Israel sedang berada di dekat tanah Kanaan. Bangsa Israel mempersiapkan diri untuk masuk ke tanah Kanaan. Ini adalah kesempatan kedua, mereka akan masuk ke tanah Kanaan. Kesempatan pertama, mereka pernah akan memasuki tanah Kanaan dari Kadesh-Barnea, sekitar tiga puluh delapan tahun sebelumnya. Tetapi pada saat itu, mereka menolak untuk

Mengingat Tuhan (Jelajah PL 577) Read More »

Estafet Kepemimpinan (Jelajah PL 576)

Bilangan 27:12-23 Ketika Musa memukul batu yang kedua, sebenarnya ia sedang menggambarkan kondisi manusia yang ingin menyalibkan Yesus lebih dari satu kali. Ini yang disebut dengan dosa murtad, sudah pernah bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus, lalu keluar dari Yesus Kristus dan ingin kembali lagi. Orang Kristen juga bisa melepaskan kepercayaannya dengan sengaja, sehingga keselamatan

Estafet Kepemimpinan (Jelajah PL 576) Read More »

Tindakan Iman (Jelajah PL 575)

Bilangan 27:6-14 Ketika Musa meminta petunjuk dari Tuhan, Tuhan memberikan petunjuk itu. Tuhan membenarkan perkataan anak-anak perempuan Zelafehad itu. Milik pusaka itu harus dibagi di antara anak-anak perempuan itu. Jika tidak memiliki anak, milik pusaka itu diberikan kepada saudaranya yang paling dekat. Dengan cara seperti ini, tanah milik pusaka itu akan tetap berada di setiap

Tindakan Iman (Jelajah PL 575) Read More »

Scroll to Top