04 Bilangan

Mempraktikkan Firman (Jelajah PL 500)

Bilangan 10:14-36 Ketika mereka berangkat, maka yang pertama berangkat adalah Tabut Tuhan disertai oleh Musa dan Harun (ayat 33). Musa berada di barisan paling depan, untuk memberikan teladan. Pasukan yang menyertainya yaitu bani Yehuda, Isakhar dan Zebulon. Sesudah itu bani Gerson dan Merari yang mengemas serta mengangkat Kemah Suci. Setelah itu, bani Ruben disertai dengan […]

Mempraktikkan Firman (Jelajah PL 500) Read More »

Nafiri atau Sangkakala (Jelajah PL 499)

Bilangan 10:9-13 Nafiri atau terompet atau sangkakala ini juga melambangkan hal-hal yang terjadi di Surga. Di Surga, sangkakala juga menjadi tanda bagi peristiwa tertentu. Tiupan sangkakala itu bisa menandakan mulainya atau berakhirnya suatu peristiwa. Di dalam kitab Wahyu dicatat ada tujuh sangkakala yang memiliki tanda masing-masing. Ketika sangkakala itu berbunyi, maka peristiwa penghukuman terjadi. Ada

Nafiri atau Sangkakala (Jelajah PL 499) Read More »

Keteraturan Tuhan (Jelajah PL 498)

Bilangan 10:1-10 Sebelum bangsa Israel benar-benar berangkat, masih ada satu hal lagi yang harus dilakukan oleh mereka, yaitu membuat dua buah nafiri dari perak. Tuhan perintahkan ini, karena ada alasan-alasan praktis yang sangat penting. Nafiri ini akan menjadi penanda mereka akan berangkat. Dengan ada sekitar enam ratus ribu orang laki-laki dewasa yang sanggup berperang, maka

Keteraturan Tuhan (Jelajah PL 498) Read More »

Mengikuti Pimpinan Tuhan (Jelajah PL 497)

Bilangan 9:9-23 Mengenai orang yang najis, tetapi memiliki kerinduan untuk merayakan Paskah, Tuhan memberi aturan lebih lanjut tentang hal ini. Jika ada seseorang karena persoalan tertentu, misalnya dalam kondisi najis atau perjalanan jauh, mereka tidak dapat merayakan Paskah di waktu yang seharusnya (bulan satu tanggal empat belas), mereka bisa melakukan perayaan Paskah di bulan kedua

Mengikuti Pimpinan Tuhan (Jelajah PL 497) Read More »

Kerinduan Rohani (Jelajah PL 496)

Bilangan 9:6-8 Pada waktu perayaan Paskah, secara seremonial ternyata ada yang tidak bersih. Mereka terkena sesuatu yang najis. Mungkin ada keluarga mereka yang meninggal, sehingga harus bersentuhan dengan mayat. Orang-orang dalam kondisi ini tidak dapat merayakan Paskah pada hari itu. Di dalam Imamat 7:20 dikatakan, “Tetapi seseorang yang memakan daging dari korban keselamatan yang untuk

Kerinduan Rohani (Jelajah PL 496) Read More »

Scroll to Top