04 Bilangan

Keteraturan Tuhan (Jelajah PL 498)

Bilangan 10:1-10 Sebelum bangsa Israel benar-benar berangkat, masih ada satu hal lagi yang harus dilakukan oleh mereka, yaitu membuat dua buah nafiri dari perak. Tuhan perintahkan ini, karena ada alasan-alasan praktis yang sangat penting. Nafiri ini akan menjadi penanda mereka akan berangkat. Dengan ada sekitar enam ratus ribu orang laki-laki dewasa yang sanggup berperang, maka […]

Keteraturan Tuhan (Jelajah PL 498) Read More »

Mengikuti Pimpinan Tuhan (Jelajah PL 497)

Bilangan 9:9-23 Mengenai orang yang najis, tetapi memiliki kerinduan untuk merayakan Paskah, Tuhan memberi aturan lebih lanjut tentang hal ini. Jika ada seseorang karena persoalan tertentu, misalnya dalam kondisi najis atau perjalanan jauh, mereka tidak dapat merayakan Paskah di waktu yang seharusnya (bulan satu tanggal empat belas), mereka bisa melakukan perayaan Paskah di bulan kedua

Mengikuti Pimpinan Tuhan (Jelajah PL 497) Read More »

Kerinduan Rohani (Jelajah PL 496)

Bilangan 9:6-8 Pada waktu perayaan Paskah, secara seremonial ternyata ada yang tidak bersih. Mereka terkena sesuatu yang najis. Mungkin ada keluarga mereka yang meninggal, sehingga harus bersentuhan dengan mayat. Orang-orang dalam kondisi ini tidak dapat merayakan Paskah pada hari itu. Di dalam Imamat 7:20 dikatakan, “Tetapi seseorang yang memakan daging dari korban keselamatan yang untuk

Kerinduan Rohani (Jelajah PL 496) Read More »

Paskah Tahun Pertama (Jelajah PL 495)

Bilangan 9:1-5 Di pasal ini, bangsa Israel masuk pada tahun pertama setelah keluar dari Mesir. Paskah pertama terjadi di Mesir, pada saat semua anak sulung orang Mesir mati. Di Paskah pertama itu, korbannya adalah nyawa. Seandainya ada orang Israel yang pada waktu itu gagal atau tidak mengorbankan domba, maka anak sulung mereka juga akan mati.

Paskah Tahun Pertama (Jelajah PL 495) Read More »

Mempersembahkan Diri Bagi Tuhan (Jelajah PL 494)

Bilangan 8:8-26 Setelah orang Lewi diperciki air penghapus dosa, mencukur seluruh tubuhnya dan mencuci pakaiannya, selanjutnya mereka harus mempersembahkan korban sajian dan korban penghapus dosa. Persembahan korban ini menggambarkan tentang karya penebusan Yesus Kristus di kayu salib. Orang Lewi diangkat untuk menjadi para pelayan Tuhan, sebagai persembahan unjukan. Seseorang bisa mempersembahkan dirinya sendiri bagi Tuhan.

Mempersembahkan Diri Bagi Tuhan (Jelajah PL 494) Read More »

Scroll to Top