04 Bilangan

Batas Kesabaran (Jelajah PL 503)

Bilangan 11:10-15 Orang yang bersungut-sungut dan tidak mau bersyukur akan menyerang pemimpin yang sudah ditetapkan oleh Tuhan. Ketika seseorang bersungut-sungut, ia tidak hanya puas pada diri sendiri, tetapi dia juga akan menyalahkan orang lain. Mereka menumpahkan kekesalannya kepada orang lain. Mereka juga ingin orang lain bersimpati dengan mereka. Mereka bersungut-sungut di depan orang lain, menceritakan […]

Batas Kesabaran (Jelajah PL 503) Read More »

Bukan Makanan Membosankan (Jelajah PL 502)

Bilangan 11:4-9 Ada terjemahan yang menarik di ayat 4, dikatakan mengenai “orang-orang bajingan”. Di dalam Terjemahan Baru 2, terjemahan ini diganti menjadi “segerombolan orang yang sangat menginginkan daging.” Ternyata, di antara orang Israel, ada orang-orang lain yang ikut di dalam rombongan itu. Di dalam Keluaran 12:38 dicatat, “Juga banyak orang dari berbagai-bagai bangsa turut dengan

Bukan Makanan Membosankan (Jelajah PL 502) Read More »

Bersungut-sungut (Jelajah PL 501)

Bilangan 11:1-6 Bangsa Israel mulai bersungut-sungut atau menggerutu. Sikap seperti ini menjadi salah satu bentuk dosa yang nanti akan sering muncul di dalam perjalanan bangsa Israel menuju tanah Kanaan. Sama seperti hari ini, bentuk dosa ini juga masih sering muncul dalam kehidupan manusia, bahkan di dalam kehidupan orang percaya. Ada orang-orang yang bersungut-sungut dan menggerutu

Bersungut-sungut (Jelajah PL 501) Read More »

Mempraktikkan Firman (Jelajah PL 500)

Bilangan 10:14-36 Ketika mereka berangkat, maka yang pertama berangkat adalah Tabut Tuhan disertai oleh Musa dan Harun (ayat 33). Musa berada di barisan paling depan, untuk memberikan teladan. Pasukan yang menyertainya yaitu bani Yehuda, Isakhar dan Zebulon. Sesudah itu bani Gerson dan Merari yang mengemas serta mengangkat Kemah Suci. Setelah itu, bani Ruben disertai dengan

Mempraktikkan Firman (Jelajah PL 500) Read More »

Nafiri atau Sangkakala (Jelajah PL 499)

Bilangan 10:9-13 Nafiri atau terompet atau sangkakala ini juga melambangkan hal-hal yang terjadi di Surga. Di Surga, sangkakala juga menjadi tanda bagi peristiwa tertentu. Tiupan sangkakala itu bisa menandakan mulainya atau berakhirnya suatu peristiwa. Di dalam kitab Wahyu dicatat ada tujuh sangkakala yang memiliki tanda masing-masing. Ketika sangkakala itu berbunyi, maka peristiwa penghukuman terjadi. Ada

Nafiri atau Sangkakala (Jelajah PL 499) Read More »

Scroll to Top