02 Keluaran

Meniadakan Hari Sabat (Jelajah PL 319)

Keluaran 23:10 Selanjutnya kita masuk dalam salah satu aspek seremonial dari hukum Taurat, yaitu berhubungan dengan hari Sabat. Sabat artinya istirahat. Kata Sabat ini diperkenalkan oleh Tuhan, ketika Ia pada hari ketujuh setelah penciptaan berhenti bekerja. Ia beristirahat dari pekerjaan-Nya. Perlu diketahui bahwa Tuhan beristirahat bukan karena capek, tetapi karena pekerjaan-Nya memang sudah selesai dan […]

Meniadakan Hari Sabat (Jelajah PL 319) Read More »

Berlaku Adil (Jelajah PL 318)

Keluaran 23:3-9 Tuhan ingin supaya keadilan ditegakkan. Orang Romawi menggambarkan keadilan seperti seorang perempuan yang ditutup matanya, tangan kirinya memegang timbangan dan tangan kanannya memegang pedang. Ini menjadi gambaran yang cukup bagus. Tetapi Tuhan dari awal sudah menegaskan bahwa keadilan itu tidak pilih kasih. Ada orang-orang yang suka memihak pada orang-orang besar atau kuat. Tetapi

Berlaku Adil (Jelajah PL 318) Read More »

Minoritas (Jelajah PL 317)

Keluaran 23:2 Bangsa Israel tidak diperbolehkan untuk ikut-ikutan dalam soal kejahatan. Di dalam komunitas tertentu, termasuk di dalam masyarakat, terkadang ada waktu dan momen komunitas tersebut sebagian besar berbuat jahat. Ketika hal itu terjadi, maka orang benar tidak diperbolehkan untuk ikut-ikutan. Misalnya, jika terjadi kerusuhan atau huru-hara, maka orang Kristen tidak diperbolehkan untuk ikut-ikutan. Memang

Minoritas (Jelajah PL 317) Read More »

Saksi Yang Benar (Jelajah PL 316)

Keluaran 23:1 Pasal ini menjelaskan lebih detail tentang hukum jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesama. Dijelaskan bahwa tidak boleh menyebarkan kabar bohong dan tidak boleh membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar. Tuhan sangat menjunjung tinggi kebenaran. Tuhan juga ingin manusia menjunjung tinggi kebenaran itu. Di dalam Matius 5:37 dikatakan, “Jika ya,

Saksi Yang Benar (Jelajah PL 316) Read More »

Mengutamakan Tuhan (Jelajah PL 315)

Keluaran 22:20-31 Orang yang mempersembahkan korban kepada ilah lain selain kepada Tuhan, maka orang itu pun mendapatkan hukuman mati. Ini adalah aturan teokrasi di bangsa Israel. Hukum ini berbeda dengan kita pada saat ini. Pada saat bangsa Israel menjadi negara teokrasi, mereka memiliki hukuman mati untuk orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan. Tetapi hari ini,

Mengutamakan Tuhan (Jelajah PL 315) Read More »

Scroll to Top