Pentateuch

Dampak Dosa (Jelajah PL 390)

Imamat 4:7-21 Selain pemercikan, imam harus membubuhkan sedikit darah itu pada tanduk-tanduk mezbah pembakaran ukupan. Di dalam Kemah Suci di ruang kudus, ada beberapa perkakas dan salah satunya adalah mezbah pembakaran ukupan. Mezbah ukupan ini letaknya persis di depan tabir. Mezbah ukupan menggambarkan doa. Doa kita hanya bisa dilakukan berdasarkan darah Yesus Kristus. Kita bisa […]

Dampak Dosa (Jelajah PL 390) Read More »

Korban Penghapus Dosa (Jelajah PL 389)

Imamat 4:1-6 Mengingat kembali beberapa korban yang sudah disebutkan sebelumnya, yaitu: korban bakaran, korban sajian, korban keselamatan (persekutuan atau pendamaian). Selanjutnya yang akan dibahas adalah korban penghapus dosa dan korban penebus salah. Semua korban ini menggambarkan Pribadi Yesus Kristus. Korban penghapus dosa dilakukan ketika umat Israel melakukan dosa yang tidak disengaja. Sebenarnya, sebagian besar dosa

Korban Penghapus Dosa (Jelajah PL 389) Read More »

Korban Keselamatan (Jelajah PL 388)

Imamat 3:1-17 Di pasal ini, persembahan beralih pada korban keselamatan. Dari bahasa aslinya bisa diterjemahkan sebagai korban persekutuan, menggambarkan hubungan Yesus Kristus dengan umat-Nya yang ditebus. Korban ini berbeda dengan korban bakaran, karena korban bakaran berkaitan dengan penghapusan dosa, karya penebusan Yesus di kayu salib. Sedangkan korban sajian menggambarkan kemanusiaan dari Yesus Kristus. Ada beberapa

Korban Keselamatan (Jelajah PL 388) Read More »

Tidak Menggunakan Ragi (Jelajah PL 387)

Imamat 2:5-16 Kemanusiaan Yesus digambarkan di dalam Imamat sebagai tepung roti sajian. Persembahan itu haruslah tepung yang terbaik. Di dalam Yohanes 6:53 dikatakan, “Maka kata Yesus kepada mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.” Salah satu gambaran bagi orang yang percaya

Tidak Menggunakan Ragi (Jelajah PL 387) Read More »

Membatalkan Taurat (Jelajah PL 386)

Imamat 2:4 Semua manusia yang ada di dunia ini tidak ada yang layak untuk menggantikan manusia berdosa. Orang yang sudah berdosa, tidak bisa menjadi pengganti bagi penebusan dosa itu. Jika orang itu berdosa, ia harus menanggung dosa dirinya sendiri dan tidak bisa menanggung dosa dari orang lain. Karena itu, perlu manusia lain yang statusnya tidak

Membatalkan Taurat (Jelajah PL 386) Read More »

Scroll to Top