Jelajah PL

Iman Kepada Tuhan (Jelajah PL 637)

Ulangan 9:1-3 Di pasal ini kita sedang diingatkan bahwa Musa sedang memberikan pesan-pesan terakhir. Bangsa Israel sedang berada di sebelah timur sungai Yordan. Sungai Yordan itu menjadi batas timur dari tanah Kanaan. Mereka sudah menduduki tanah di sebelah timur sungai Yordan, tetapi mereka belum masuk ke tanah Kanaan. Sebentar lagi bangsa Israel akan masuk ke […]

Iman Kepada Tuhan (Jelajah PL 637) Read More »

Bisa Melupakan Tuhan (Jelajah PL 636)

Ulangan 8:5-20 Tuhan berjanji kepada bangsa Israel bahwa mereka akan memasuki tanah Kanaan. Negeri itu digambarkan dengan keadaan yang baik dan sangat subur. Negeri itu memiliki banyak mata air dan danau. Air merupakan elemen yang sangat penting bagi orang-orang yang tinggal di daerah Timur Tengah. Di Indonesia, air tidak terlalu menjadi masalah, kecuali di wilayah-wilayah

Bisa Melupakan Tuhan (Jelajah PL 636) Read More »

Bukti Penyertaan Tuhan (Jelajah PL 635)

Ulangan 8:4 Ketika Tuhan mengizinkan pencobaan terjadi atas hidup kita, membawa kita melalui “padang gurun”, seperti yang terjadi pada orang Israel, selain supaya kita belajar rendah hati, juga untuk membuktikan kasih Tuhan kepada kita. Dengan pengalaman-pengalaman seperti berjalan bersama dengan Tuhan di setiap titik terendah dalam hidup kita, selama kita tetap berserah kepada Tuhan, maka

Bukti Penyertaan Tuhan (Jelajah PL 635) Read More »

Manusia Hidup dari Firman (Jelajah PL 634)

Ulangan 8:3 Di masa-masa kesulitan, karakter seseorang akan nampak jelas. Berbeda dengan masa-masa aman dan nyaman, karakter seseorang mungkin diuji di bagian lain. Ketika dalam kesesusahan, orang harus berjuang untuk bertahan dalam prinsip-prinsip firman Tuhan. Masa seperti ini sangat tidak mudah. Karena itu Tuhan terkadang membiarkan bangsa Israel lapar. Di dalam kitab Keluaran, kita sudah

Manusia Hidup dari Firman (Jelajah PL 634) Read More »

Sombong dan Kuatir (Jelajah PL 633)

Ulangan 8:2-3 Musa mengingatkan kembali tentang perjalanan bangsa Israel di padang gurun selama kurang lebih empat puluh tahun. Selain sebagai penghukuman, perjalanan padang gurun itu juga memiliki tujuan lain. Empat puluh tahun itu sebenarnya bukan waktu yang sia-sia. Selama perjalanan di padang gurun, Tuhan mengajarkan bangsa Israel untuk memiliki kerendahan hati. Memang manusia cenderung untuk

Sombong dan Kuatir (Jelajah PL 633) Read More »

Scroll to Top