Jelajah PL

Mengenal Karakter Tuhan

Keluaran 34:6-7 (6) Kemudian TUHAN berlalu di hadapannya sambil berseru, “TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan  pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih dan kesetiaan-Nya, (7) yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran, dan dosa tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang bersalah dari hukuman, yang membalas kesalahan bapak kepada anak cucunya, sampai kepada keturunan yang […]

Mengenal Karakter Tuhan Read More »

Aturan Makanan (Jelajah PL 664)

Ulangan 14:2-21 Kita sebagai orang percaya seharusnya sadar bahwa perilaku dan kebiasaan di dunia ini cenderung menentang Tuhan. Dalam setiap kebiasaan itu ada pesan-pesan tertentu yang terselubung. Kita perlu tahu itu, karena kita menjadi umat yang terpisah, umat yang kudus bagi Tuhan. Bangsa Israel adalah bangsa yang spesial, menjadi umat kesayangan Tuhan. Kita, sebagai orang

Aturan Makanan (Jelajah PL 664) Read More »

Identitas Anak Tuhan (Jelajah PL 663)

Ulangan 14:1 Konsep mengenai anak Tuhan akan ditegaskan lagi di dalam Perjanjian Baru. Misalnya, di dalam Yohanes 1:12 dikatakan, “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;” Ketika kita percaya kepada Yesus Kristus, maka kita diberi kuasa atau otoritas untuk menjadi anak-anak Allah. Di dalam Perjanjian

Identitas Anak Tuhan (Jelajah PL 663) Read More »

Disiplin Gereja (Jelajah PL 662)

Ulangan 13:12-18 Pada saat ini, agama dan pemerintah tidak bersatu. Jika agama dan pemerintah bersatu, akan mengakibatkan penganiayaan terhadap orang-orang yang dianggap sesat secara agama. Di dalam sejarah kekristenan, pernah terjadi penyatuan antara gereja dengan negara. Gereja-gereja di abad pertengahan sering menggunakan pemerintah atau negara untuk menghukum orang-orang yang dianggap sesat oleh agama. Penggabungan negara

Disiplin Gereja (Jelajah PL 662) Read More »

Hukuman Mati (Jelajah PL 661)

Ulangan 13:5-11 Nabi atau pemimpi palsu itu mendapatkan hukuman mati. Hukuman ini cukup keras, karena orang tersebut telah mengajak murtad atau memberontak terhadap Tuhan. Hukuman mati terjadi, bukan karena Tuhan jahat, tetapi karena manusia yang suka memberontak kepada Tuhan. Hukuman mati bisa dijadikan sebagai efek jera, bisa juga untuk memutus rantai penyesatan, supaya tidak banyak

Hukuman Mati (Jelajah PL 661) Read More »

Scroll to Top