Jelajah PL

Sudut Pandang (Jelajah PL 514)

Bilangan 13:28 Menyambung renungan sebelumnya, kita membandingkan dengan 2 Petrus 3:9, “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” Tuhan belum datang untuk kedua kalinya, karena sedang memberi waktu dan kesempatan, […]

Sudut Pandang (Jelajah PL 514) Read More »

Hanya (Jelajah PL 513)

Bilangan 13:3-28 Akhirnya bangsa Israel mengirim dua belas orang pengintai. Setiap orang mewakili setiap suku Israel. Suku Lewi tidak masuk, karena suku Yusuf dibagi dua, yaitu Efraim dan Manasye. Lewi tidak masuk karena nanti Lewi tidak mendapat warisan tanah. Tanah di Kanaan akan dibagi ke dua belas suku lain, selain suku Lewi. Para pengintai ini

Hanya (Jelajah PL 513) Read More »

Meragukan Firman Tuhan (Jelajah PL 512)

Bilangan 13:1-2 Pasal ini dimulai dengan pengutusan pengintai. Mereka sudah berada di perbatasan tanah Kanaan sebelah selatan, di Kadesh-Barnea (padang gurun Paran). Mereka sebenarnya sudah siap untuk masuk ke Kanaan, tetapi mereka harus mengirim pengintai terlebih dulu. Jika kita baca di ayat 2, seolah-olah mengutus pengintai ini adalah perintah Tuhan. Untuk lebih jelasnya, kita akan

Meragukan Firman Tuhan (Jelajah PL 512) Read More »

Kemunduran Israel (Jelajah PL 511)

Bilangan 13:1-2 Di pasal ini, bangsa Israel sebenarnya memiliki kesempatan untuk mendapatkan kemenangan dan kecemerlangan. Mereka sudah siap untuk maju dan masuk ke tanah Kanaan. Bangsa Israel sebelumnya adalah budak di Mesir. Jika kita mengingat kembali, mulai dari Abraham, Tuhan memilih seseorang yang bisa menjadi bapa bagi suatu bangsa yang akan menjadi umat Tuhan. Tuhan

Kemunduran Israel (Jelajah PL 511) Read More »

Gembala Jemaat (Jelajah PL 510)

Bilangan 12:11-16 Harun ketakutan dan sangat mengerti tentang penyakit kusta, karena penyakit ini harus diperhadapkan kepada Imam Besar. Imam Besar memiliki kewenangan untuk menilai apakah penyakit itu kusta atau tidak. Imam juga juga yang menentukan seseorang masih mengidap penyakit kusta atau sudah tahir. Imam memiliki otoritas atas penyakit kusta. Ketika Harun melihat Miryam seperti itu,

Gembala Jemaat (Jelajah PL 510) Read More »

Scroll to Top