Jelajah PB

Sunat Sebagai Tanda Perjanjian (Jelajah PB 929)

Ibrani 8:3-8 Sebagaimana tata cara keimamatan di bumi, seorang imam harus mempersembahkan korban. Karena itu, Tuhan Yesus juga harus memiliki sesuatu untuk dipersembahkan. Jika Yesus Kristus masih di bumi, Dia tidak akan menjadi Imam, karena Dia memang bukan keturunan Harun atau keturunan suku Lewi. Di bumi sudah ada orang-orang yang mempersembahkan menurut hukum Taurat. Pelayanan […]

Sunat Sebagai Tanda Perjanjian (Jelajah PB 929) Read More »

Perbedaan Zaman (Jelajah PB 927)

Ibrani 8:1-2 Kita perlu menyadari bahwa memang ada perbedaan antara zaman Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru. Ada zaman awal, yaitu pada saat Tuhan menciptakan alam semesta sampai Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Ini adalah masa atau zaman khusus, zaman yang sempurna, ketika manusia belum jatuh ke dalam dosa. Memang tidak dijelaskan secara detail

Perbedaan Zaman (Jelajah PB 927) Read More »

Imam Besar Yesus Kristus (Jelajah PB 926)

Ibrani 7:11-28 Pada saat keimamatan Harun dan Lewi, umat Israel telah menerima Taurat. Di dalam Mazmur 110:4 dikatakan, “Tuhan telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.” Tuhan telah mengangkat satu imam yang bukan berasal dari keturunan Harun. Imam yang diangkat itu bukan menurut hukum Taurat, tetapi menurut aturan

Imam Besar Yesus Kristus (Jelajah PB 926) Read More »

Melkisedek (Jelajah PB 925)

Ibrani 7:1-10 Meskisedek adalah raja Salem (raja damai), imam Tuhan yang maha tinggi. Melkisedek pernah menyongsong Abraham ketika ia kembali dari mengalahkan para raja. Melkisedek kemudian memberkati Abraham. Kepada Melkisedek, Abraham memberikan sepersepuluh dari semua yang didapatkan oleh Abraham dari Sodom, hasil dari peperangan yang dilakukan oleh Abraham. Menurut arti namanya, Melkisedek adalah raja kebenaran

Melkisedek (Jelajah PB 925) Read More »

Scroll to Top